Saya menggalang cerita santri karena sebuah tulisan dapat memengaruhi, mengajak, dan menghargai orang lain. |
|
Saya menggalang cerita santri karena tidak banyak wadah yang memberikan kebebasan bagi penulis (santri) untuk menuliskan ceritanya — mulai dari keseharian hingga nilai-nilai yang dianut, mulai dari fakta hingga fiktif yang lekat/tak berjarak dengan mereka — mereka bebas “mengatur” sendiri ceritanya. |
|
Saya menggalang cerita santri karena saya sangat menyukai semangat anak-anak dalam mengekspresikan pikiran mereka dengan cara menulis, menggambar, bermusik, ataupun menari. |
|
Saya menggalang cerita santri karena suka aja, suka pola-pola menjalin komunikasi dengan anak-anak yang kadang lucu menggemaskan. |